Rabu, 02 Juni 2010
1000
Baru-baru ini Pak Habibi buat puisi, bikin hati tertarik nih buat ngoprek2 puisi.
Mencoba-coba menganalisa rangkaian kata
Rangkaian kata yg tak jelas & seribu tafsir
Itulah yg namanya… p u i s i
Yang tahu pasti hanya dirinya
Yang lain jadi bertanya-tanya @#$^&^&()????
Rangkaian kata itu menyembunyikan seribu rasa dibalik seribu kata
Artinya… kalo belum seribu berarti belum tersembunyi yaa ????
Kata temenku (konsul ni),
Sesungguhnya puisi atau prosa justru bertujuan untuk menyembunyikan dan menjelaskan suatu maksud dalam satu kata dalam saat yang bersamaan... (nah loh tambah ga dimengerti yah?)
Puisi itu munculnya juga pas kondisi2 tertentu.
Artinya, dia butuh kondisi untuk memunculkan yg namanya inspirasi.
Bisa saat senang atau sedih, atau gundah, selain itu susah
Kalopun dipaksakan akan hambar
Oh ya.. Puisi itu pun tak bisa ditanyakan
Karena memang tak perlu (bisa melanggar kode etik perpuisian)
Kalo dipaksakan…
Maka akan muncul seribu puisi lainnya sebagai jawaban
Dan semakin pusing seribu keliling
Biar tambah pusing, ku sertakan puisi seorang teman lama…
Ya Rabb... jagalah saudaraku ini kala penjagaanku tak sampai padanya
Sayangi dia, kala sayangku tak mampu merengkuhnya dalam dekapan nyata
Muliakanlah dia kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja
Karena Engkau punya segala yang tak ku punya...
Itu puisi buat semua saudaraku...
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Blog Archive
About Me
- Rifkie Primartha
- Palembang, Indonesia
- Dosen di Fasilkom Unsri, hobi membaca, berolah-raga, mendengarkan murattal, berdiskusi tentang spiritualitas & tentu saja tentang IT. Mencintai kebenaran & sangat ingin kita semua mengikutinya. Kegiatan saya selain mengajar adalah ngoprek linux. Distro yang sering saya oprek adalah Ubuntu, Fedora, OpenSuse & Mandriva. Mata kuliah yang menarik bagi saya adalah Jaringan Komputer & PBO dengan JAVA. Banyak yang mengira saya adalah anggota/simpatisan dari PKS atau LDII padahal tidaklah demikian. Jalan/cara beragama saya dulu adalah mengikuti tradisi seperti yasinan, tahlilan, ruwahan, mauludan, dll. Sekarang itu semua tinggal masa lalu semenjak saya belajar Islam yang dibawa oleh ustadz-ustadz yang belajar dari Timur Tengah, alumni Universitas Islam Madinah, sekitar Mei 1998. Sebelumnya saya juga telah mengenal pengajian JT sejak SMA & IM di awal-awal perkuliahan S1 di Unsri (th 1996).
2 komentar:
assalammu'alaykum Pak Rifkie.. lama tak bersua nih... rajin menulis yah..? well aku boleh komen untuk tulisan yg ini yah.. secara saya juga suka bikin puisi khusus dikala gundah.. tujuannya.. demi Menyerap Cinta dan Indahnya Kasih sang Ilahi Robb...
well tulisan mu ini mayyan sih.. bikin bingung maksudnya hehhehhe.. sepertinya ada siratan hati yg gundah dari tulisanmu tapi sayang anda tak pandai berpuisi yah .. hehhehe.. itu bisa jadi hati memang tak lagi gundah...
well cu yah...
wassalam
assalammu'alaykum Pak Rifkie..
Wa'alaikumsalam wr wb Bu Novi
lama tak bersua nih...
Iya nih lama tak bersua, tak terasa kita dah jadi bapak2 & ibu2
rajin menulis yah..? well aku boleh komen untuk tulisan yg ini yah..
Tentu...
secara saya juga suka bikin puisi khusus dikala gundah.. tujuannya.. demi Menyerap Cinta dan Indahnya Kasih sang Ilahi Robb...
well tulisan mu ini mayyan sih..
Terima kasih, jazakumullah
bikin bingung maksudnya hehhehhe.. sepertinya ada siratan hati yg gundah dari tulisanmu tapi sayang anda tak pandai berpuisi yah .. hehhehe.. itu bisa jadi hati memang tak lagi gundah...
bukan gundah, tp pusing ni xixi...
Poskan Komentar