Banyak kejadian akhir-akhir ini yang menginspirasi saya untuk menulis di blog. Akan tetapi kesibukkan yang datang bertubi-tubi dan demi sesuap nasi, segepok rupiah, dan secumpuk berlian hehe.. akhirnya baru saat ini saya bisa mencuri-curi waktu untuk mencoret blog tuk mencurahkan apa yang saya alami beberapa hari terakhir ini.
Saya akan menceritakan tentang laptop baru saya dan tentunya OS yang saya pilih sebagai pasangannya. Berikut kronologis pembelian laptop saya.. berbekal uang nyaris 10 juta rupiah saya mulai mengidentifikasi laptop-laptop di MDP, pandangan pertama jatuh ke Compaq dengan kisaran harga 8.5 jutaan untuk spesifikasi intel core 2 duo 2.2 GHz, memory 2 Gb, card graphic Nvidia 256. Dari MDP mampir ke Multikom karena jaraknya hanya beberapa meter saja dari MDP, lalu terakhir Booby Komputer. Ternyata di Bobby Komputer inilah tempat saya menemukan “jodoh”. Si “Hitam Manis” itu bernama Lenovo ThinkPad SL400 dengan harga Rp 6.5 juta, dengan spesifikasi processor intel core 2 duo T5870 @ 2GHz, memory 4 Gb, harddisk 250 Gb, berikut screenshot-nya:

OS bawaan aslinya menggunakan Windows Vista yang terkenal dengan segala “kesabarannya” (baca = lemot) untuk membuka beberapa aplikasi, akhirnya saya putuskan untuk membabat habis OS dari produk “mikocok” tersebut. Sebagai gantinya, Ubuntu 9.10 Karmic Koala saya pilih sebagai gantinya.
Beberapa aplikasi tambahan untuk ngoding dan aplikasi perkantoran langsung saya tambahkan. Tentu saja codecs multimedia tak kan ketinggalan.
Netbeans untuk bermain-main dengan Java berjalan mulus dan lancar, rhythmbox pun ikut menambah suasana syahdu tuk mengalunkan untaian kebenaran nan indah menawan Al Quran yang dibawakan oleh Syaikh Su'ud As-Syuraim sang Imam Besar Masjidil Haram, begitupun aplikasi perkantorannya “mikocok” tak lupa disertakan untuk demo ke mahasiswa bahwa Ubuntu memang benar-benar mantabs :).
Kamera laptop juga berjalan lancar melalui aplikasi cheese. Tampilan Karmic Koala yang kinclong benar-benar membuat hati ini ingin selalu dekat-dekat dengannya ciyee... Secara keseluruhan hati ini puas dibuatnya, hanya saja seperti kata pepatah.. tak ada gading yang tak retak, di Karmic pun berlaku begitu.. memory 4 Gb hanya terbaca 3 Gb. Mudah-mudahan rilis ubuntu selanjutnya hal ini sudah teratasi.



