Belum hilang dari ingatan kita akan aksi teror “bom syahid” baru-baru ini. Dampaknya pun sampai kemana-mana. Orang-orang yang berusaha istiqomah dengan sunnah nabi -memelihara jenggot- pun jadi merasa tak enak hati dibuatnya. Kalau saya jalan-jalan ke toko-toko maka banyak mata menatap penuh curiga. Tapi itu belumlah seberapa bila dibandingkan dampak menganggap Islam identik dengan teroris.
Padahal kalau mau realistis.. banyak juga perbuatan orang-orang non Islam yang jauh lebih teroris. Lihatlah bagaimana orang-orang tua, wanita, dan anak-anak tewas mengenaskan oleh rudal-rudal Israel di Palestina. Lihat pula pembantaian di Afghanistan & Irak juga di Bosnia & Chechnya. Tak puas merudal orang-orang lemah, mereka perkosa pula para wanita. Dan yang masih hangat adalah aksi teroris pemerintah China terhadap warga Islam minoritas Suku Uighur di Xinjiang.
Tidak berhenti dengan teror fisik, teror dalam bentuk iklan-iklan, acara-acara di televisi & film-film mereka pun juga menyudutkan Islam. Secara ‘halus’ mereka buat opini yang menggambarkan rupa Islam yang ‘buser’ (buruk seram) kepada dunia. Kejam sekali dikau….
Kalau kita mau hitung-hitungan jumlah korban, saya rasa merekalah yang lebih layak menyandang gelar teroris. Kalau mau dilihat dari kebrutalan dan kebuasan mereka, merekalah yang sebenarnya teroris sejati. Hanya saja mereka berdasi & lebih terorganisir rapi dengan bungkus penegakkan “democrazy” dan hak asasi.
Bukan maksud untuk membela atau membenar-benarkan cara Amrozy. Bukan pula ingin menutup mata dari mereka para teroris sejati. Tapi.. marilah kita bersikap adil. Bagi orang muslim, janganlah termakan propaganda asing yang mencap Islam (orang-orang yang menegakkan sunnah Nabi) adalah teroris yang kejam dan tak berhati. Itu hanyalah perbuatan segelintir anak manusia yang berpemahaman keliru dari Islam yang murni.
Berawal dari rasa persaudaraan yang tinggi tetapi tidak dibarengi dengan ilmu agama yang benar, akhirnya munculah aksi-aksi anarkis yang Islam sendiri berlepas diri dari itu semua. Dan saya pun secara pribadi merasa malu oleh ulah mereka. Apa bedanya mereka dengan mereka??? Perbuatan pengecut tidaklah dibalas dengan perbuatan pengecut pula. Perbuatan licik tidak lah mengharuskan kita harus berbuat licik juga. Islam agama yang mendidik umatnya untuk berjiwa ksatria, bukan pengecut, licik & tipu-tipu!
Dan tidaklah elok apabila ada orang berjenggot yang melakukan tindakan anarkis lalu kita main pukul rata dengan menyamakan semua yang berjenggot seperti itu. Padahal kalau kita buka mata dan baca buku sejarah, Nabi Muhammad saw bahkan semua nabi termasuk Musa as & Isa as pun memiliki jenggot yang gagah dan keren. Silahkan baca disini dan disini. Lantas beranikah kita mencap para nabi Allah itu teroris hanya karena berjenggot?!? Karenanya, mari kita (umat Islam) belajar agama bukan malah termakan propaganda untuk takut terhadap Islam dan para ulamanya.
Bagi para saudaraku (pelaku teror) dimanapun anda berada… berhentilah berbuat konyol. Aksi kalian tidak menyebabkan kemenangan, tidak pula menjaga kehormatan, bukan jihad & jauh dari keridhoan-Nya. Sebaliknya justru menjadi alasan kuat bagi mereka untuk menzolimi kaum muslimin dimanapun mereka berada. Bahkan aksi kalian malah membantu mereka untuk menjauhkan kaum muslimin dari agamanya & dari para ulamanya. Menimbulkan sikap saling curiga di antara sesama saudara. Dan itulah maunya mereka.
Orang-orang Yahudi & Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung & penolong bagimu. (Al Baqarah: 120)
Bagi mereka yang telah berhasil mencap Islam sebagai teroris, bersikap adillah kalian, & berhentilah dari propaganda ini kalau kalian memang benar-benar bukan teroris!
rp@Bandung
Rabu, 19 Agustus 2009
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Blog Archive
About Me
- Rifkie Primartha
- Palembang, Indonesia
- Dosen di Fasilkom Unsri, hobi membaca, berolah-raga, mendengarkan murattal, berdiskusi tentang spiritualitas & tentu saja tentang IT. Mencintai kebenaran & sangat ingin kita semua mengikutinya. Kegiatan saya selain mengajar adalah ngoprek linux. Distro yang sering saya oprek adalah Ubuntu, Fedora, OpenSuse & Mandriva. Mata kuliah yang menarik bagi saya adalah Jaringan Komputer & PBO dengan JAVA. Banyak yang mengira saya adalah anggota/simpatisan dari PKS atau LDII padahal tidaklah demikian. Jalan/cara beragama saya dulu adalah mengikuti tradisi seperti yasinan, tahlilan, ruwahan, mauludan, dll. Sekarang itu semua tinggal masa lalu semenjak saya belajar Islam yang dibawa oleh ustadz-ustadz yang belajar dari Timur Tengah, alumni Universitas Islam Madinah, sekitar Mei 1998. Sebelumnya saya juga telah mengenal pengajian JT sejak SMA & IM di awal-awal perkuliahan S1 di Unsri (th 1996).
4 komentar:
mas rifkie..yang baik...
thank postingan ente....
ya sepertinya, ini lah yang di tunggu-tunggu oleh2 kaum2 imperialis barat dan kroni2 nya....
sesuai dgn surat albaqaroh:120 yang ente kutip, maka kesempatan bagi mereka untuk lebih dalam dan girang lagi memojokkan islam.
begini mas, para imperialis barat, yahudi dan konco2 nya, mereka tidak melihat aksi2 segelintir umat islam ini dari sisi SEBAB-AKIBAT. artinya,pasti amrozy cs itu berlaku seperti itu ada sebabnya, seperti hal nya yang kita ketahui bersama.meskipun tentunya, pendapat saya secara pribadi, mungkin tidak tepat cara2 mereka lakukan. Tapi waallohu'alam.
celakanya lagi, sikap paranoid ini menular ke tetangga kita sesama muslim, mereka jadi mudah curiga ke ikhwan yang pake jenggot, celana ngatung,pake kopiah dan lain lain..ini lah yang saya sebut keberhasilan kaum imperialis dalam memecah belah umat islam...
wahai sodaraku se-aqidah..sadar lah!!
salam,
dari orang awam, Fadli
Iya, semoga kaum muslimin sadar nih akan perbuatan keliru yg ujung2nya merugikan kita semua.
Smoga juga kaum muslimin umumnya yg tidak tahu masalah tidak main pukul rata saja terhadap orang-orang yg istiqomah menegakkan sunnah. Emang enak di cap teroris hehe...
Jazakumullah khairan katsiran Akh Fadli yg kece :)
miris sekali memang mendengar berita di negeri ini, seputar teroris dan kaitannya dgn islam. jangan sampai kita terprovokasi dgn org lain, kita pribadi harus open minded. pengetahuan saya soal islam memang belum mendalam, tp paling tidak yg saya yakini, islam adalah agama yg benar dan tidak menyulitkan umatnya, juga cinta damai. entah apa yg terdoktrin di kepala para pelaku bom, tentang jihad yg mereka klaim benar dan akan mendapat jaminan surga, wallahu'alam.
dampak buruknya, jika ada orang2 yg mengeneralisasikan para pria yg berjenggot dan memakai celana di atas mata kaki disangka teroris, seperti yg tertulis disini . yah, secara tidak langsung telah membentuk pandangan masyarakat.
menyedihkan jika kita mengingat saudara2 kita sesama muslim yg ada di palestina, yg mengalami pertikaian yg berkepanjangan. mengapa seolah tidak kunjung ada penyelesaian. kerusuhan poso beberapa tahun silam sudah sangat mengerikan bagi saya. mengapa manusia bisa bertikai sampai sekejam itu. tidakkah mereka merasa kasihan terhadap bayi2 yg tidak berdosa, para wanita, juga para ibu. errghh..sungguh tidak berprikemanusiaan.
sekali lagi ini hanyalah pendapat saya sebagai orang awam, kalo dlm dunia IT, maaf saya masih newbie, huehehehe :D
Buat ukhti/saudari riavenclaw..
saya juga termasuk orang yg awam di agama & IT. Makanya samapi saat ini saya masih terus belajar ke-2 hal itu.
Bagi saya, ilmu IT itu untuk dunia, untuk mencari nafkah bagi saya & keluarga. Dan ilmu agama saya butuhkan agar selamat dunia akhirat, untuk ketentraman hati, & arah bagi perjalanan hidup saya di dunia & akhirat nanti. Juga agar tdk terpengaruh ajaran teroris lah hehe..
Saya sangat menyayangkan ketika sebagian besar kaum muslimin sekarang ini banyak yg tidak perduli dengan ilmu agama. Bagi mereka ilmu agama hanya sebatas sholat, puasa, zakat saja. Padahal masih banyak yang kita belum tahu & kita harus berusaha utk cari tahu. Akhirnya ketika ada orang yg pelihara jenggot untuk mengikuti sunnahnya para nabi Allah, mereka seolah-olah melihat sesuatu yg aneh. Padahal itu adalah ajaran semua nabi-nabi Allah & orang2 sholeh. Itu baru contoh kecil saja.
Masalah teroris ini saja, di satu sisi.. ada beberapa saudara kita yg menganggap itu jihad & jalan perjuangan yg harus dibela, dibantu & dipuji. Padahal Islam tidak pernah mengajarkan hal yg seperti itu.
Benar memang jihad adalah tujuan hidup orang Islam, cita2 mulia dari orang2 pilihan yg mulia, tetapi menganggap bom bunuh diri sebagai jihad adalah penyimpangan yg keliru besar.
Di sisi lain ada orang yg menganggap jihad itu sebagai perbuatan keji & kejam.
Kedua golongan itu adalah akibat dari pemahaman agama yg keliru. golongan ini pun sama kelirunya dengan yg menganggap bom bunuh diri sebagai jihad.
Padahal kalau kita mau belajar agama, insyaallah kita tidak akan termasuk ke dalam 2 golongan di atas. Menurut saya, jihad adalah hal mulia, tetapi harus dilakukan dengan cara yg benar, sasaran yg jelas, di tempat/medan perang. Bukan sembarangan main bom saja. Seperti kata Mbah Noordin M Top: "Tak Bom kemana-mana..."
Ada sebuah kaidah yg agung yg mengatakan:
"Niat/tujuan yang baik tidak serta merta menghalalkan segala cara".
Akhirnya.. semoga masalah ini cepat selesai. Dan semoga kita semua menyadari pentingnya ilmu agama & mau meluangkan waktu, tenaga & fikiran untuk belajar agama. Bukan malah menjadikan agama hanya sekedarnya saja.
Atau malah membuat kita saling curiga.
Terima kasih atas komentarnya.
Poskan Komentar