Sabtu, 11 April 2009

Mahalnya Mencari Pemimpin Buruk

Saya kadang-kadang bingung, bagaimana mungkin bangsa kita bisa bersepakat dalam kejahilan. Kejahilan kok bisa rame-rame gini ya.. Bayangkan saja, untuk mencari seorang pemimpin yang terbaik dari yang terburuk (bukan yang terbaik dari yang terbaik), kita harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Anggaran yang dibutuhkan untuk pesta “democrazy” (tahun 2009) adalah sebesar 47,9 triliun.

http://www.ina.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=5968&Itemid=701

Belum lagi dampak buruk yang selalu mengiringi pesta “democrazy” tersebut. Perpecahan kaum muslimin.. yang tidak sedikit meminta korban nyawa, yang semula waras menjadi stress bahkan gila karena ambisi yang tidak tercapai, atau terlilit hutang.

Sementara masih ada saudara-saudara kita yang mati kelaparan, yang tidak mampu sekolah karena mahalnya biaya pendidikan, bersamaan dengan itu, sebagian kita malah asyik-asyikan membayar penyanyi dangdut yang seksi & goyang asoy, ada yang beli poster-poster untuk mamerin muka (carmuk) dengan biaya sampai ratusan juta rupiah hanya untuk ambisi kekuasaan (dunia).

Malah yang lebih heran lagi adalah ikut-ikutannya orang-orang Islam yang notabene bergelar doktor dari berbagai universitas Islam yang mendukung pesta “democrazy”. Ternyata gelar doktornya tidak dapat menyelamatkannya dari kejahilan.. fiuuhhhh.. tragis!

Inilah cerminan kaum muslimin dewasa ini. Bukankah Islam sudah memberikan solusi yang terbaik atas segala permasalahan umat??? Ehh.. malah menjadikan agama untuk kepentingan/ambisi dunia (cari dunia dengan agama).

Saya hanya bisa berharap, semoga kaum muslimin secepatnya sadar akan kejahilan besar ini. Yang akhirnya.. selalu mengembalikan semua urusan kepada sebaik-baik perkataan (Alquran) & sebaik-baik petunjuk (As-sunnah).. dengan pemahamannya generasi terbaik umat.. amien ya rabbal 'alamin.

2 komentar:

orang awam mengatakan...

Assalammu'alaikum Wr.Wb

maaf pak,ternyata aku beda pendapat dengan bpk. dan ga mau banyak2 berdebat. aku cm mo bilang, bahwa aku lebih setuju dng pendapat salah satu temanku. Karena dia merupakan seorang kader sebuah partai dakwah yg meyakini bahwa meletakkan kekuasaan bukan utk segala-galanya, melainkan hanya sebagai sarana untuk merubah sistem pemerintahan di Indonesia ini yang masih dirasa lebih nasionalis daripada islami. Karena temenku itu memberikan salah satu contoh kecil yg membuat aku berpikir,bahwa alangkah damainya,jikalau punya presiden yg memegang taguh syariat islam. pada saat waktu shalat,semua kegiatan seperti rapat misalnya, dihentikan sementara…atau adanya peningkatan peran lembaga sensor film, sehingga berkurang atau menghapuskan film2 yg berbau porno yg dapat merusak generasi muda. Atau begini saja klo kita berpikir, alangkah bahanya jikalau Negara ini dipimpin oleh orang2 yg dzalim….apakah kita harus diam saja?sedangkan di zaman ini, khususnya di Indonesia, makin banyak org2 yg dzalim ingin berkuasa.mereka dengan seenaknya menggunakan kekuasaan untuk bertindak…alangkah sedihnya kan klo tidak ada org2 yg memiliki tujuan mulia untuk melakukan perubahan2 ini?kita tidak ingin kan klo Negara kita di pimpin oleh org2 yg bukan ahlinya?selain itu, berpolitik adalah sebahgian dari ibadah.itu kan bagian dari strategi.bukankah Rasulullah SAW beserta para sahabat setiap kali ingin berperang, menyusun strategi dulu?...
tp bedanya, di zaman rasul yg dilakukan adalah perang fisik. Musuh islam itu nyata. Nah,klo sekarang…?
Aku yakin bpk mengerti…
maaf pak, aku hny org awam. Yg pastinya masih sedikit sekali ilmu yg aku miliki. Tp aku yakin apa yg aku yakini saat ini tidaklah salah. Sayang aja, klo org sealim bpk masih berpikiran bahwa berpolitik(demontrasi or demokrasi) itu haram ?padahal saat ini,sangat dibutuhkan sekali org2 seperti bpk.yg memegang teguh syariat islam, yg insyaAllah bersih, jauh dari kata koruptor,dll.

oh ya, kata temenku itu, para pemimpinnya mengajarkan, bahwa mereka dilarang menganggap partai mereka yg paling benar. Atau tidak dibenarkan menyatakan sesuatu itu haram/bid’ah yg belum pasti hukumnya.

Ada lagi,yg membuat aku semakin jatuh cinta pada jammaah ini, yaitu dengan motto kehidupannya yg terkadung dalam bait2 lagu berikut:

" ...........................
Allah SWT adalah tujuan kami
Rasulullah SAW tauladan kami
Al-qur'an pedoaman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah SWT adalah...
cita-cita kami tertinggi..."

Bingkai Kehidupan, by : Shohatul Harokah.

Oke pak,mohon maaf jikalau ada kata-kata yg salah, kepada Allah SWT saya mohon ampun…

"jangan berpikir, apa yg telah dilakukan negara ini untuk kita. tp berpikirlah, apa yg telah kita lakukan untuk negara ini"

Allahu’alam
wassalammu'alaikum wr wb

Rifkie Primartha mengatakan...

maaf pak,ternyata aku beda pendapat dengan bpk.
Tidak apa2 kok, santai saja 
dan ga mau banyak2 berdebat.
Saya suka diskusi (cari kebenaran), & tidak suka berdebat (cari pembenaran).
… bpk masih berpikiran bahwa berpolitik(demontrasi or demokrasi) itu haram ?
Politik adalah bagian dari agama, karenanya politik tidaklah haram. Politik dikatakan haram apabila melanggar rambu2 syariat. Sekarang di Indonesia, apakah politik yang terjadi sudah sesuai dengan aturan syariat? Bisa Anda kasih contoh partai Islam yang berpolitik Islami???

… tidak dibenarkan menyatakan sesuatu itu haram/bid’ah yg belum pasti hukumnya.
Saya sepakat untuk tidak bermudah-mudahan dalam mengharamkan (membid’ahkan) sesuatu yang belum jelas.
Sekarang kalo ada orang joget2 dangdut, bikin iklan yang buka aurat, berkoalisi dengan partai nasionalis, dll.. itu sudah jelas belum keharamannya mas ya…???
Dengan berpartai itu sendiri sudah memecah belah kaum muslimin, ada yg ke PKS, PKB, PPP, dll… Tragisnya lagi, di dalam partai yang sama pun terjadi juga perpecahan. Sedangkan Islam melarang umatnya untuk berpecah belah (berpartai-partai), jelas ngga tuh keharamannya mas…???

Ada lagi,yg membuat aku semakin jatuh cinta pada jammaah ini, yaitu dengan motto kehidupannya yg terkadung dalam bait2 lagu berikut:
" ...........................
Allah SWT adalah tujuan kami
Rasulullah SAW tauladan kami
Al-qur'an pedoaman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah SWT adalah...
cita-cita kami tertinggi..."

Kalau bait2 di atas benar-benar dipahami & dijalankan dengan benar, insyaallah tidak akan ada politik yang memecah belah kaum muslimin seperti yang terjadi sekarang ini. Bahkan sebaliknya mengajak kepada persatuan. Dan tidak akan ada lagi partai yang menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.

"jangan berpikir, apa yg telah dilakukan negara ini untuk kita. tp berpikirlah, apa yg telah kita lakukan untuk negara ini"

Saya pribadi lebih setuju dengan kalimat ini... “Barangsiapa yang menolong agama Alloh niscaya Alloh akan menolongnya”.

Blog Archive

About Me

Palembang, Indonesia
Dosen di Fasilkom Unsri, hobi membaca, berolah-raga, mendengarkan murattal, berdiskusi tentang spiritualitas & tentu saja tentang IT. Mencintai kebenaran & sangat ingin kita semua mengikutinya. Kegiatan saya selain mengajar adalah ngoprek linux. Distro yang sering saya oprek adalah Ubuntu, Fedora, OpenSuse & Mandriva. Mata kuliah yang menarik bagi saya adalah Jaringan Komputer & PBO dengan JAVA. Banyak yang mengira saya adalah anggota/simpatisan dari PKS atau LDII padahal tidaklah demikian. Jalan/cara beragama saya dulu adalah mengikuti tradisi seperti yasinan, tahlilan, ruwahan, mauludan, dll. Sekarang itu semua tinggal masa lalu semenjak saya belajar Islam yang dibawa oleh ustadz-ustadz yang belajar dari Timur Tengah, alumni Universitas Islam Madinah, sekitar Mei 1998. Sebelumnya saya juga telah mengenal pengajian JT sejak SMA & IM di awal-awal perkuliahan S1 di Unsri (th 1996).