Lanjutan dari postingan sebelumnya.. Kenapa Pilih Linux, maka saya mencoba untuk menjelaskannya kembali mengapa saya merekomendasikan Linux, bukan Windows atau Mac adalah sebagai berikut :
Murah, karena tidak perlu membayar lisensi. Ini cocok sekali untuk lembaga pendidikan, industri, usaha kecil menengah, bahkan atas sekalipun. Murah ini tidak akan Anda dapatkan apabila kita menggunakan OS proprietary.
Aman, karena souce code nya yang open kita dapat mempelajarinya & menjadi yakin bahwa tidak ada kecurangan-kecurangan. Sehingga kekhawatiran akan pencurian data bukan masalah lagi. Tentu OS seperti ini cocok sekali untuk keperluan militer. Alasan keamanan inilah yang membuat militer Rusia memutuskan untuk migrasi ke Linux. Keyakinan akan aman (tidak adanya kode-kode kecurangan) tidak mungkin Anda dapatkan pada OS yang bersifat closed source.
Bebas, kreatifitas kita akan terakomodasi karena kita bisa mempelajari untuk kemudian memodifikasi sesuai dengan yang kita inginkan. OS mana sih di dunia ini yang memberikan kebebasan seperti itu ???
Memajukan perekonomian bangsa, terkait dengan lapangan pekerjaan baru & penghematan devisa negara. Ngapain kita buang uang ke negara kaya, mending kita kasih kepada anak bangsa sendiri, & membantu saudara-saudara kita yang masih miskin atau terkena musibah ya nggak mbah...?
Mengangkat harkat & martabat bangsa. Dengan bisa mandiri & ikut serta menjadi pemain, maka bangsa kita tidak akan dipandang sebelah mata oleh negara-negara lain.
Mengurangi ketergantungan dengan vendor tertentu & tidak terjebak “strategi dagang” yang merugikan. Saya rasa hal ini sudah tidak perlu saya jelaskan lagi. Saya yakin Anda semua sudah tahu bahkan sudah merasakannya :)
Bagi Anda perorangan, migrasi ke Linux tidak lah seribet apabila dibandingkan dengan yang melakukan migrasi adalah sebuah organisasi atau perusahaan besar. Dan apabila Anda baru mendirikan perusahaan, maka memulai dari awal menggunakan Linux adalah lebih mudah & murah dari pada Anda bermigrasi setelah Anda (atau perusahaan Anda) telah sangat tergantung dengan software proprietary.
Apabila Anda tertarik untuk migrasi ke Linux, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan.
Pertama, buatlah daftar kebutuhan software apa saja yang Anda perlukan (bukan yang Anda gunakan!), lalu cek apakah software yang Anda perlukan ada padanannya di Linux.
Harus diakui memang ada beberapa software seperti AutoCAD yang padanannya di Linux masih sangat jauh tertinggal. Khusus untuk yang satu ini, mungkin mau tidak mau Anda masih harus tergantung dengan Windows.
Untuk mereka yang sudah mahir coding php+ html secara command line, artinya tidak tergantung dengan software design web seperti macromedia dreamweaver maka Anda tetap bisa mengasah, menyalurkan & cari duit dengan Linux :) LAMP (Linux Apache Mysql PHP) telah tersedia secara default pada distro-distro Linux terbaru. Ada juga Bluefish & Quanta bagi yang suka dengan IDE grafis untuk mendesain web. Bagi Anda yang suka C, C++ atau Java tentu Linux sudah menyediakan untuk Anda menu-menu seperti itu. Bagi programmer pascal & delphi, Anda dapat menggunakan Kylix (delphi for linux) atau lazarus. Untuk urusan perkantoran seperti membuat dokumen, tabel, presentasi, atau database for desktop, maka OpenOffice.org dapat diandalkan. Cara penggunaannya pun nyaris sama dengan Microsoft Office, hanya tata letaknya saja yang sedikit berbeda.
Setelah Anda mengetahui kebutuhan akan software telah tersedia di versi Linux-nya, maka langkah selanjutnya adalah..
Kedua, melakukan backup data (hukumnya wajib). Dual OS untuk kondisi tertentu baik, tapi belum tentu baik pada kondisi yang lain. Ada beberapa kasus, migrasi dengan dual OS malah akan membuat setengah hati dalam berjuang & kurang bersungguh-sungguh. Akibatnya begitu “tersandung batu kerikil” sudah langsung restart ganti OS :).
Ketiga, install Linux. Tidak mungkin Anda akan bisa Linux kalau Linux hanya ada di komputer Lab kampus atau komputer teman Anda. Artinya Anda harus berani install linux pada komputer Anda.
Keempat, kursus (pelatihan) merupakan salah satu cara cepat untuk mahir Linux. Lagian dengan pelatihan Anda secara tidak langsung telah manambah jumlah teman Anda, menambah wawasan Anda, & berpartisipasi memajukan perekonomian bangsa ciyee...
Bagi perusahaan, uang untuk membeli lisensi dapat dialihkan untuk biaya kursus pegawai. Investasi pada SDM jauh lebih berguna dari pada Anda menghamburkan uang untuk mereka yang sudah kaya.
Kelima, jangan pernah menyerah apabila Anda tersandung “batu kerikil”. Ikut forum, beli majalah InfoLinux, atau tanya teman adalah sarana halal yang dapat Anda lakukan. Pengalaman Anda “tersandung batu kerikil” lalu “mengatasinya” mudah-mudahan akan menambah ilmu & wawasan Anda di dunia Linux. Mana ada orang baru lahir langsung lari. Jatuh-bangun dalam menjalani proses, mulai dari tengkurep, duduk, berdiri, berjalan & berlari adalah sunnatullah. Niat baik, kemauan yang kuat, tersedianya waktu & biaya, pantang menyerah, & sabar adalah modal Anda dalam menuntut “kesaktian”. Bukan begitu mbah ...??? :)
Salam :)
0 komentar:
Poskan Komentar