Selasa, 30 Desember 2008

Kenapa Pilih Linux

Kenapa harus linux? Itulah kalimat yang terlontar dari seorang teman kepada saya ketika sedang mengerjakan tesis yang berjudul Manajemen Migrasi dari Sistem Closed Source ke Sistem Open Source.
Seketika itu juga saya sadar bahwa tanpa alasan yang kuat akan sulit bagi seseorang untuk menerima hidayah (walah kok aneh hehe..). Dengan semangat open source, & dengan kesabaran yang tiada batas, serta dengan kelembutan yang belum pernah Anda bayangkan, saya mencoba untuk menenangkan & menjelaskan kepada temanku yang hampir "lepas kontrol" :p Inilah beberapa alasan saya... tak lupa saya mengingatkan untuk membacanya dengan hati yang tenang & terbuka :
  1. Linux adalah OS yang bersifat free dalam artian gratis, bebas diutak-atik kernelnya sesuai dengan yang kita inginkan (kalo bisa), bebas digunakan untuk apapun, & oleh siapapun. Karena gratis, bebas untuk apapun, & bebas diutak-atik, maka OS ini sangat cocok untuk para mahasiswa yang kritis.
  2. Open Source, rasa ingin tahu & ingin memodifikasi, akan tersalurkan karena kernelnya yang open.
  3. Aman, karena sifatnya yang open source maka user dapat mengetahui isi dari program penyusun kernelnya, akhirnya kekhawatiran akan adanya kode-kode kecurangan dari suatu OS tidak beralasan lagi. Berbeda dengan OS yang sifatnya closed source, kita tidak dapat mengetahui apakah komputer kita benar-benar aman dari pencurian data karena kernelnya yang tertutup, maka tidak menutup kemungkinan akan adanya kode-kode kecurangan.
  4. Bagi yang keuangannya masih disubsidi silang sana-sini, maka dengan Linux Anda tetap bisa ber-IT ria tanpa mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli lisensi.
  5. Halal, dalam artian dengan menggunakan Linux Anda tidak perlu membayar lisensinya. Berbeda dengan Windows, Anda diwajibkan untuk membayar lisensi kalau tidak sama saja dengan pencurian. Coba Anda bayangkan kalau Anda membuat suatu produk lalu produk yang Anda buat dengan uang, waktu, tenaga & fikiran yang tidak sedikit lalu dibajak orang...?!?
  6. Bebas virus, ini yang saya rasakan & buktikan, tidak percaya ??? Silahkan buktikan ...!!!
  7. Murah tidak berarti murahan (jelek). Semakin meningkatnya penggunaan server-server Linux di dunia adalah bukti nyatanya.
  8. Penghematan devisa negara dalam pengadaan perangkat lunak.
  9. Membuka lapangan kerja baru dengan cara memanfaatkan tenaga IT dalam negeri dalam hal customize, training & support yang berkaitan dengan perangkat lunak open source.
  10. Mandiri,mengurangi ketergantungan dengan vendor tertentu.
  11. Tidak terperangkap "strategi dagang" yang merugikan.
  12. Mengangkat harkat & martabat bangsa.
Inilah beberapa alasan mengapa saya merekomendasikan untuk menggunakan OS Linux. Ini tidak berarti saya mengharamkan Windows, tidak sama sekali. Windows halal bila Anda membayar lisensi (tidak membajak). Dan setiap OS pasti memiliki kelebihan & kekurangan, maka apabila Anda ingin migrasi, sesuaikanlah dengan kebutuhan-kebutuhan Anda apakah kebutuhan terhadap suatu aplikasi di windows ada padanannya di linux.
Salam :)

2 komentar:

sal_sk8 mengatakan...

Bener pak........
ada niat si mau utak-atik linix tapi gk byk tau ttg linux sebenrnya wktu semster 3 kmrin dah dah dapet mata kuliah Sistem Opersi (yang kebetulan memakai linux tepatnya redhat)namun saya rasa belum cukup eh salah belum bisa :-).....
sebenernya saya ini mahasiswa bapak semster ini lo....

Rifkie Primartha mengatakan...

Belajar apa saja, termasuk Linux butuh kesabaran. Jangan mudah menyerah kalo ketemu masalah. Saran saya.. ikutlah milis2 linux.. krn banyak juga masalah2 tentang linux yg dibahas disana.
Selamat berjuang :)

Blog Archive

About Me

Palembang, Indonesia
Dosen di Fasilkom Unsri, hobi membaca, berolah-raga, mendengarkan murattal, berdiskusi tentang spiritualitas & tentu saja tentang IT. Mencintai kebenaran & sangat ingin kita semua mengikutinya. Kegiatan saya selain mengajar adalah ngoprek linux. Distro yang sering saya oprek adalah Ubuntu, Fedora, OpenSuse & Mandriva. Mata kuliah yang menarik bagi saya adalah Jaringan Komputer & PBO dengan JAVA. Banyak yang mengira saya adalah anggota/simpatisan dari PKS atau LDII padahal tidaklah demikian. Jalan/cara beragama saya dulu adalah mengikuti tradisi seperti yasinan, tahlilan, ruwahan, mauludan, dll. Sekarang itu semua tinggal masa lalu semenjak saya belajar Islam yang dibawa oleh ustadz-ustadz yang belajar dari Timur Tengah, alumni Universitas Islam Madinah, sekitar Mei 1998. Sebelumnya saya juga telah mengenal pengajian JT sejak SMA & IM di awal-awal perkuliahan S1 di Unsri (th 1996).